Posts

Pesta Kebun

Matahari baru saja akan pamit saat saya melangkah masuk bangunan itu. Saat saya menengadah, ia diam menggelantung di balik awan. Entah menunggu bulan tiba atau mengamati gerak gerik saya di sore itu. Bangunan itu tak bertingkat, tak besar pula. Gerbangnya yang selalu terbuka menebarkan aroma keramah tamahan di setiap sudut. Sungguh, saya seperti melayang saat melangkah masuk. Tapak kaki saya seperti terbuat dari kapas, begitu ringan. Padahal tidak ada angin ribut yang mendorong saya masuk. Angin sama sekali tidak sedang berhembus. Ranting pohon saja tak bergemerutuk. Malas beradu rupanya tanpa bantuan angin sang provokator. Di halaman seorang petugas tampak lalu lalang membawa baskom-baskom plastik. Lucu, bentuknya mini. Warnanya pun warna warni. Indah seperti hiasan bola kaca di pohon natal. Jumlahnya tak cuma satu. 1..2..3..6! saya hitung. Halaman itu jadi taman bermain dengan kehadiran pasukan baskom. Tiba-tiba semua terasa sempit. Saya terhimpit di ruangan yang serba luas. halaman ...

teman tanpa nama

Ok, apa yang akan kamu lakukan saat bertemu seorang teman lama, dan kamu tahu bahwa dia telah mengganti namanya, tapi setelah sekian lama, kamu masih bingung, apakah harus memanggil nama aslinya atau namanya yang baru? Saya mengalami situasi ini kemarin saat bertemu dengan teman saya itu. Dan percaya pada saya, jika kamu mengalami situasi ini, berarti kamu berada dalam kesulitan. Tidak salah memang, meski aneh, untuk mengganti nama dengan alasan apapun tentunya. Tapi menjadi salah jika teman kita, teman satu sepermainan sejak sekolah dasar hingga berkostum putih abu-abu, mengganti namanya tanpa pengumuman, atau tidak pakai halo-halo ke teman-teman dekatnya. Loh, loh, kok kesannya saya ngomel? Oooooh.. tentu tidak. Saat ini saya memang sedang memosisikan untuk tidak memanggil namanya dengan namanya yang baru. Tidak juga berpikir untuk memanggil nama lamanya. Loh, loh, kok kesannya sadis amat? Oooooh.. tenaaang. Saya bukannya sadis. Jujur saja, saya bingung. Beneran bingung. Meski sudah ...

Aku Cinta (Laut) Indonesia

Hati yang berbunga. Pada pandangan pertama. Oh Tuhan tolonglah. Aku cinta. Kucinta dia (Gita Gutawa) Betul, saya cinta negeriku. Saya cinta Indonesia. Saya katakan itu dengan bangga dan lantang seolah saya sedang menantang dunia yang masih saja menjelek-jelekkan negeriku tercinta. Bangsa saya memang tidak sempurna. Kehidupan dan segala isinya masih banyak yang tidak berotasi pada orbitnya. Tidak berjalan sesuai sistem yang benar. Korupsi masih merajalela, kemiskinan menjalar dimana-mana, rakyat banyak yang beringas, bencana tak kunjung selesai. Negeri ini memang masih harus terus belajar. Terseok-seok dalam langkah dan napasnya menuju kesempurnaan absolut. Tapi saya yakin, di tengah keterpurukan kini, semangat mencintai negeri tidak akan pernah punah. Saya rasakan kembali rasa cinta itu saat menonton acara Archipelago di Metro TV siang ini. Saya selalu suka acara jalan-jalan yang mempertontonkan aneka tempat wisata di tanah air. Namun bukan tempat wisata di Indonesia yang disorot kamer...

Sakramen Pernikahan

Tidak biasanya saya pergi ke pernikahan. Dengan alasan tidak adanya kostum yang cocok untuk ritual pesta, membuat saya seringkali berkelit untuk tidak menghadiri pesta pernikahan. Belum lagi aksesoris tambahannya seperti sepatu, gelang, kalung, dan kadang anting-anting yang betul-betul tidak saya punya. Lantas, kenapa kemarin saya begitu nekat datang ke pernikahan seorang teman? Bukan karena akhirnya saya menemukan baju yang pas, karena toh ternyata saya masih berniat meminjam baju seorang kawan. Saya datang karena ingin melihat ritual sakramen pernikahan di gereja yang seumur-umur belum pernah saya lihat. Kebetulan pernikahan seorang teman di sebuah gereja di Jakarta Selatan kemarin menjawab keingintahuan saya tentang ritual sakramen pernikahan. Proses sakramen pernikahan ternyata sebuah ritual yang panjang dan sarat dengan doa dan bernyanyi. Dimulai saat pasangan pengantin masuk ke dalam gereja diiringi keluarga masing-masing pengantin. Di depan pengantin dua anak altar memimpin romb...

mari gemukkan badan

buat saya, menggemukkan badan adalah sebuah keharusan. karena itu sabtu kemarin saya sempatkan pergi ke supermarket untuk belanja kebutuhan makanan dan minuman berprotein tinggi (semoga..). daftar belanjaan saya tidak banyak. seperti yang sudah-sudah, saya belanja seperlunya saja dan sesuai list kebutuhan. karena topik belanja malam itu adalah menggemukkan badan, kebutuhan yang saya beli tidak jauh-jauh dari makanan dan minuman sehat; 1. susu bear brand 4 kaleng. tidak banyak yang saya beli, karena jujur, saya tidak terlalu suka minum susu putih. kebetulan teman ada yang menyarankan agar saya mengkonsumsi susu cap beruang ini pagi dan malam sebelum tidur jika ingin berat badan bertambah. kandungan gizinya seperti ini: lemak total 7 g, protein 6 g, karbohidrat 9 g, dan natrium 85 mg. cukup masuk akal kalau susu berlogo beruang dan anaknya ini bisa membantu saya menuju berat tubuh yang ideal. asal rutin dan teratur saja. 2. susu indomilk coklat 2 kerdus. nah ini baru favorit susu saya. r...

dua dunia

bagaimana rasanya hidup di dua dunia. tanya saya maka saya akan menceritakannya. saya hidup di dua dunia. benar, dua dunia. bukan satu dunia seperti orang pada umumnya. pertama saya akan menceritakan kehidupan saya di dunia yang kedua. dunia kedua yang saya tinggali tengah meriah. mengapa? karena mayoritas umat islam sedang merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa. esok hari, umat islam akan melangsungkan hari idul fitri. maka malam ini mereka merayakannya dengan mengumandangkan takbir dari speaker di masjid2 maupun di jalan2 dengan arak2an kendaraan. petasan juga meledak-ledak meluapkan warna warni meriah. suara bedug2 yang ditabuh juga bagaikan irama yang mengantarkan menuju lebaran esok hari. di rumah, saya dan keluarga kedatangan keluarga besar kakak tertua dengan dua anaknya yang tak pernah diam. malam ini saja, mereka sudah membuat rumah seperti kapal pecah dengan makanan berserakan dimana-mana. tingkah mereka juga menambah suasana ramai di rumah. suasana benar2 tambah meria...

komunitas spontan

jika ingin terlibat dalam sebuah komunitas masyarakat, anda pilih komunitas apa? mungkin kalau anda hobi membaca, anda akan memilih komunitas membaca. kalau senang berkelana ke berbagai daerah, pasti anda cocok dengan komunitas jalan-jalan. atau anda tertarik ikut komunitas yang saat ini sedang trend, yaitu komunitas bersepeda. intinya, hobi kita akan mengarahkan kita pada sebuah komunitas yang pas untuk kita ikuti. lalu bagaimana dengan orang2 yang hobinya tidak jelas macam saya? repot untuk memilih komunitas pada akhirnya. padahal orang2 seperti saya juga ingin melakukan aktivitas loh.. dan saya yakin banyak orang di luar sana yang nasibnya serupa dengan saya. banyak keinginan, tapi tidak jelas maunya apa. berangkat dari persoalan ini, kemarin saya dan seorang teman (yang ternyata juga kepengin ikutan gabung dalam komunitas) berusaha mencetuskan sebuah komunitas baru. dari obrol sana sini akhirnya otak seadanya kita berujung pada nama komunitas spontan. jika digabung dengan kata komu...